Saturday, March 26, 2016

Manusia ini

Bila kita berharap pada manusia
Ketahuilah manusia itu pastinya akan mengecewakanmu
Kalau bukan hari ini
Mungkin hari esok
Kalau bukan sekarang
Mungkin juga nanti

Walau serapat mana dia dgn kamu
Sekasih manapun dia padamu
Itu cuma madah bicara
Tak siapa tahu isi hati mereka
Benarkah kasih?
Benarkah sayang?

Kemudian kita, manusia yang naif ini
Mungkin akan terus menerus bersangka baik
Terus menerus tunggu dan menanti
Bilakah mungkin kasih dan sayang akan terbukti

Wahai manusia yang kasihan
Mengapa kamu bersandar pada manusia
Bukankah kamu ada tuhanmu
Yang pemilik semua dan segala?

Wahai manusia yang tersisih
Mengapa airmatamu mengalir kerana makhluk sepertimu
Bukankah mereka tidak layak keatas tangisanmu
Yang selayaknya pencipta yang Esa?

Wahai manusia yang lembut hatinya
Kamu adalah ciptaan terindah kurniaan ilahi
Menemani insan disekelilingmu

Mungkin mereka tidak menghargaimu hari ini
Kerana mereka bukanlah sang jauhari
Yang sangat mengenali manikam

Biarlah mereka menyisih dan memulau
Satu hari bila mereka menoleh ingin kembali
Jika nyawa manusia yang kasihan ini masih dipinjamkan jasad
Dapatlah mereka bertemu

Namun, jika nyawa manusia ini sudah kembali kepada pencipta cinta
Maka segala tangisan dan teriakan
Mana mampu menghidupkan kembali
Manusia yang lembut hatinya ini...

FastaBiQuL Khairat

Thursday, October 15, 2015

Pena Hati Kaca

I think I should write something today
Just so I remember the day
Just so I will cherish the moments
I think I should write today

Kadang2 aku terfikir
Adakah hanya aku yang mengingati
Kamu, adakah kamu ingat?
Apa yang berlaku pada kita
Di hari ini
Satu ketika dulu?

The more I write
The more I realize
I write to amend my broken heart
I write to console my longing soul
Yes, I'm a broken piece
Unwanted
Forgotten

Kini aku sedari
Yang paling aku takuti dahulu
Adalah kamu melupakan aku
Kamu ketawa riang
Sedang aku tersungkur piang

And then I recalled
He said
To be known by the world is nothing
To be known by Him is everything

Ya Allah
Kembalikan pena hatiku
Kembalikan ia pada pemiliknya yang hakiki
Kembalikan ia bertatih meraih cinta pencipta
Pena sekeping hati ini
Ibarat sekeping kaca
Pabila direnggut oleh cinta duniawi
Ia rapuh
Retak dan jatuh
Berkeping-keping

Ya Allah
Terimalah ia
Bimbing ia
Moga ia bertemu cinta yang lebih hakiki
Lebih realiti
Moga sang kaca yang retak seribu
Berganti sang permata yang bersinar padu
Indah di pandangan mata
Kukuh di dalam jiwa


FastaBiQuL Khairat

aleenrazak 151015