Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts

Thursday, July 26, 2012

待ってたよ!Ramadhan

Assalamualaikum wrt...

Alhamdulillah sudah masuk ramadhan ke 6...
Bagaimana Ramadhan kita?
AQ kita?
Terawih kita?
Facebook?
Dorama?

..
..

Saya nak mengajak sahabat2 tonton video ni. Tak tahulah kenapa tapi saya suka sangat dengan mesejnya, videonya pun cantik. Sukalah! Bagi saya video ni patut dapat banyak viewers. Tapi tak ramai pun yang berminat dengannya. hmmm...

Saksikanlah sahabat2!




“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

FastaBiQuL Khairat

Saturday, June 23, 2012

Awak...awak penah kena tegur?

Assalamualaikum,

"Sahabat. Awak pernah kena tegur?" A bertanya.
Senyum. "Mestilah pernah!" jawab si B.
"Kena tegur tak pakai stokin, kena tegur gelak kuat, kena tegur basuh pinggan tak bersih. Banyaklah kan?"
A senyum kembali.
"Apa awak rasa bila ditegur?" soalan dilemparkan.
"Hmm, mula2 tu mestilah rasa sedih. Sedih sebab teruk sangatkah aku ni? Sampai orang nak tegur? Kenapa nak tegur aku? Orang lain tu? Asyik2 akuuu je" nadanya kian mengendur.
"Lepas tu mestilah aku rasa marah, lebih2 lagi bila cara orang tu tegur tak kena. Hish!!" intonasinya berubah lagi.
"Kadang2, aku rasa aku macam nak counter-attack je teguran tu. Apa orang kata, nak bidas balik? yes, nak bidas je apa yang dia cakap. Masa tu kalau aku menang aku akan rasa puas sangat! Padan muka!" senyuman yang begitu sukar ditafsirkan terpancar.
"Sekarang...ada orang berani tegur awak tak?" soal A sambil memandang wajah B.
"Dah kurang dah, sebab masing2 kan dah dewasa, buat apa nak tegur2 lagi?" Kedua-duanya membisu.
"Tapi..." A mula bersuara

"Saya rasa rindu dengan teguran,"

***********************************************************************

Teguran. Ada dua jenis teguran di dunia ini. Satu yang membina. Satu yang membinasa. Saya terbiasa dengan kedua-duanya. Atau mungkin saya telah alah dengan bisanya? Bisa teguran, tak kira membina atau membinasa, bisanya tidaklah mudah untuk dilupakan.

Saya tahu, teguran itu satu aspek penting dalam kehidupan. Tanpa teguran, mana mungkin kita dapat bezakan yang baik dan yang buruk, yang asli dan palsu, yang kekal dan sementara? Walaupun begitu mengapa ramai yang suka melarikan diri daripada menegur dan ditegur? Kenapa ya? adakah bila kita ditegur bermakna kita ini salah? atau bila kita menegur bermakna kita ini hebat?

Saya rasa, satu budaya yang kurang sihat pada masa sekarang adalah kurang menegur. Ya. Kita kurang menegur sesama kita. Sesama manusia! tidak kiralah yang Islam ataupun tidak. Bila kali terakhir kalian menegur seseorang? tadi? dua hari lepas? dua bulan lepas?

Sepatutnya teguran ini dimanfaatkan. Diolah menjadi sesuatu yang membina. Itulah positive minded! Melihat sesuatu dengan kaca mata hamba! Yakin bahawa teguran ini dari ilahi untuk menguatkan kita! Bukan untuk menjatuhkan jauh sekali membinasakan.

Bagi mereka yang suka menegur pula, rata2 tidak mempunyai satu elemen asas dalam teguran itu. Seni! Yes. Seni. Pelik bukan? Tiada apa yang perlu dihairankan. Sepatutnya seni inilah yang menjadi matapelajaran di sekolah2 di Malaysia. Malangnya seni ini telah ditenggelamkan oleh seni2 lain seperti seni lawak, seni tari dan seumpamanya. Sedangkan seni teguran inilah yang perlu ditonjolkan dahulu, perlu diperkenalkan dahulu sebelum seni2 yang lainnya.

Apa itu seni teguran? Seni teguran bermakna menegur seseorang dengan berhikmah.

"Oooh, tegur dengan berhikmah, cakap terus terang kan senang, buat suspen aje," mungkin ada yang akan berseloroh.

Saya tanyakan kembali, kalau saya tidak perkenalkan phrase 'Seni teguran' itu tadi, adakah kalian akan berminat untuk membacanya?

.....

(^^) mestilah 'kurang' sikit bukan? Di sinilah seninya. Menggunakan ayat2 yang catchy, unsur2 suspen, unsur2 kontroversi, sangat mudah memancing minat seseorang bukan? Jadi mengapa kita tidak aplikasikannya dalam budaya menegur?

Apa implikasinya jika kita menegur sesorang tanpa seni? Mungkin implikasinya kecil di mata tapi besar di hati yang ditegur. Manusia punya ego. Ego yang sukar ditembusi oleh teguran2 padu tidak berseni. Pabila sebatang paku ditusuk ke dalam dinding batu yang keras, akan berlubang dinding itu. Meskipun paku itu dicabut, lubang itu kekal. Itulah penangan teguran yang tidak berseni. Saya yakin semua orang pernah merasainya. Kan?

Teguran perlu seperti air. Air yang mampu melembutkan kerak yang keras. Air yang menyejukkan dan menghilangkan dahaga. Air yang menjadi keperluan kepada setiap yang bernyawa. Bilamana air itu mencukupi, maka hiduplah sang makhluk dengan izin Tuhannya. Itulah teguran. Essential and irreplacable.

Bagi sahabat2 yang merasa letih dengan teguran2 yang datang dari pelbagai arah, janganlah bersedih. Bukankah lebih menyedihkan jika tiada orang yang akan menegur kita? Bersyukurlah kerana ada insan yang menegurmu, kerana itu mungkin juga teguran Allah buat kamu yang semakin hanyut dan leka dengan dunia yang fana ini... Allah...


*********************************************************************


Ya Allah,
jadikan aku insan yang ikhlas
agar bila tiba saat aku ditegur
aku tidak akan terbejat dan menyimpang dari tujuanku


Ya Allah,
jauhkan aku dari riak dan takbur
kerana itu mampu menjauhkan aku darimu
mengeraskan hati dari mengingatimu


Ya Allah,
andai aku termakan juga dengan mainan hati
kirimkanlah sesorang untuk menarik tanganku kembali
kirimkanlah kata2 semangat padaku
kirimkanlah kasih sayangMu tuhan
melalui insan2 yang berada di sekelilingku


Hanya Engkaulah tempat aku mengadu,
tempat aku meminta 



FastaBiQuL Khairat

Friday, April 20, 2012

Luahan perasaan

Assalamualaikum wbt,

Waaaaaaaaaaaaaaahhhh, lama sungguh rasanya saya tidak berjimba-jimba dengan pena kesayangan....hehe...

Tahu jugak perkataan jimba ye?
Mestilah, generasi Y kan? (^^!)

Hari ni saya rasa seperti mahu meluahkan perasaanlah...

Hm.

Apa first impression kalian bila saya sebut luah kan perasaan? mesti....

"I love you, You love me, we are happy family" - Barney and friends.

kan2? jangan tipu ye. (^^)

betul jugaklah tu, nak luah perasaan. Perasaan yang dah lama terbuku dalam sekeping hati ini. Hati yang senipis kristal tetapi seutuh permata. Why permata? Haven't you heard? Only diamond cut diamond. Nobody can break my heart dat easily okay...hehe.

FOKUS! Sorry lama tak menulis, jadi camnilah.

Hm, saya memang nak meluahkan perasaan. Pada awak. Yup, awak yang tengah baca posting ni.

Awak, awak rasa kita ni orang yang tahu atau orang yang buat-buat tak tahu?
Orang yang bijak atau orang yang dungu?
Orang yang sihat atau orang yang sakit?
Orang yang kuat atau yang lemah?

If your answer is the former, alhamdulillah. If your answer is the latter, work harder. If your answer is u don't know then you're in trouble. And that makes the two of us. Yes, I don't know too...

Saya tahu yang masih ramai orang di negara saya tak ikut perintah Allah, couple sana sini, tinggal solat, banyak sangat.
Saya tahu ramai adik2 saya yang menipu orang2 tua mereka, bila bercakap keluar perkataan2 buruk, bila berpakaian kalah artis barat.

Saya tahu, tapi adakah saya sebenarnya sedang buat-buat tak tahu?

Sekarang saya sedang belajar di luar negara. Penat blaja masa SPM, masa INTEC, alhamdulillah result semua ok. Tapi betulkah saya masih ingat apa yang saya belajar? Bolehkah saya kata saya pada hari ini lebih baik dari semalam? Bolehkah saya kata saya telah master semua ilmu2 tersebut? Bila orang tanya tentang agama, bolehkah saya menjawabnya dengan lancar? Bila orang mengemukakan hujah bolehkah saya menilainya dengan bijak tanpa berat sebelah?

Jadi adakah saya ini si bijak atau si dungu yang bertopengkan ilmuwan?

Saya dilahirkan sempurna. Punya dua mata untuk melihat, dua telinga untuk mendengar, satu mulut untuk bicara dan anggota2 yang lain juga. Jadi saya sihat fizikal. Saya boleh berlari, bernafas dan semualah. SEMPURNA. Tapi bila melihat lemah ditindas saya hanya mampu berdiam diri, pabila melihat orang tidak bersalah dihukum saya menangis mengalih pandangan, pabila sejarah hitam disembunyikan, yang batil ditegakkan, yang benar dinafikan, ISLAM DIPERMAINKAN, ALLAH DIHINA, MUHAMMAD DICERCA....di mana saya? di mana?

Jadi, adakah saya orang yang sihat? Sihatkah saya? Mungkin sihat luaran tapi hati ini sakit, sakit yang AMAT sebenarnya!

Saya kuat! Masih boleh berjalan, masih boleh berbicara, masih boleh menulis dengan baik untuk awak baca. Tapi pabila orang melakukan dosa didepan saya saya hanya mampu menafi di dalam hati, pabila saudara seislam saya dibunuh sesuka hati saya hanya mampu menangis, pabila saudara seislam saya disembelih, lebih sedih pabila saudara seislam saya MENINGGALKAN CARA HIDUP ISLAM, saya hanya mampu terduduk dan menggeleng kepala.

Awak bagitahu saya, saya kuat ke, atau orang lemah yang menunggu masa menunjukkan ketakutannya pada dunia...

Duhai sahabatku yang tercinta. Saya sedih, sedih dengan kondisi kita umat Islam. Islam itu sekadar meniti syahadah di bibir sahaja kah? sekadar solat 5 waktu? puasa di bulan Ramadhan? Zakat Haji? itu sahajakah? Tidak sahabat, kita punya tanggungjawab yang lebih dari itu. Lebih sahabat2!

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (2:30)

Allahuakbar, maaflah awak, saya emosi terlebih pulak.
Fuh, terima kasih sebab sudi baca ye. Saya lega LEGA sangat dapat luahkan kat sini. Sebab saya tahu, dengan menulis, saya boleh kawal kalam pena saya, saya khuatir andai bicara saya khilaf mungkin sukar untuk ditarik kembali.

Ya, inilah luahan perasaan saya. Kenapa saya luahkan perasaan ini? sebab inilah salah satu caranya yang saya boleh lakukan untuk ingatkan diri saya dan ingatkan orang disekeliling saya. Saya sedar awak, kita ada tanggungjawab dan tanggungjawab itu bukanlah untuk bercinta berpandukan syaitan, tetapi bercinta kerana Allah. Berperasaan tetapi berlandas syariat.

Saya harap, bila awak baca luahan perasaan saya ni awak akan berlari, berlari bersama2 saya. Sebab saya tidak mahu jadi orang yang buat2 tak tahu, orang dungu, orang sakit dan orang lemah. Itu bukanlah ciri seorang khalifah. Saya nak jadi yang sebaliknya, dan saya tidak tahu masanya saya akan dipanggil ilahi, semoga Allah redha dengan pecutan saya untuk menuju ke arah itu...ameen... (^^)

Subhanallah wa bihamdih, subhanallah hil adzim...


FastaBiQuL Khairat

Saturday, February 4, 2012

Insan yang dirindui

Assalamualaikum...

Alhamdulillah...hari ini kita telah dipanjangkan umur, diberikan nikmat Iman dan Islam, buat kesekian kalinya...nikmat yang sering kali terabaikan. Allah.

Sahabat, tahukah kalian siapa insan itu?
Insan yang lahirnya yatim, hidupnya piatu, dukanya berantai bagaikan tiada henti,

Tahukah kamu, insan yang sering bergurau dengan sahabat2nya?
dengan wanita tua yang inginkan syurga, dengan si lelaki yang menaiki unta,

Tahukah kamu,
insan yang paling berani di medan perang,
yang paling takut pada Allah,
paling banyak istighfarnya,
paling wangi bau badannya,
paling indah senyumannya,
paling berseri wajahnya,
tahukah kalian??
TAHUKAH KALIAN??

Insan itulah yang merindui kamu,
Ya, insan itu pernah menyerumu,
berkali-kali,
mengharapkan pengampunan buatmu,
Adakah kamu tahu itu?

Sahabatku...
Tatkala baginda menaiki mimbar, 3 doa Jibril telah baginda aminkan...dan doa yang kedua adalah...

"Lalu ketika aku naik ke anak tangga kedua dia (Jibril) berkata: Celakalah orang yang mendengar namamu, tetapi dia tidak berselawat ke atasmu. Aku berkata:"Amin"."

Mahukah kamu dibenci oleh insan yang SANGAT menyayangi kamu?
Aku percaya kamu tidak mahu bukan?
Kerana aku juga begitu...

Ya Rasulullah....
Ya Muhammad habiballah...
Semoga kau kurniakan syafaatmu buat kami di hari pengakhiran kelak.

Kerana kami...
Rindu.
Padamu...

Allahumma solli 'ala Muhammad, Ya Rabbi solli 'alaihi wassalim.

FastaBiQuL Khairat

Thursday, January 19, 2012

Ya, itu mungkin aku...

Ya,
Itu mungkin aku,
yang sedang asyik melayan laman sesawang,
sedang asyik menelaah artikel2 hangat di laman sosial,
Ya, akulah itu.

Aku itu,
ketika hampir hanyut dalam dunia sesawangku,
takdir tuhan,
pandangan aku jatuh pada satu paparan,
perkongsian sahabat sefikrah,
yang memancing detik hatiku.

Detik itu,
ketika aku berkira2 masih mahu bersia-sia,
aku tekan tetikus pada paparan itu,
lantas muncullah satu video pendek,
yang telah membangkitkan satu perasaan,
meluruhkan titisan2,
dari dua mataku ini.

Ya, itulah aku,
yang merasakan diriku penuh noda dan dosa,
yang merasakan betapa hitamnya aku di kalangan sahabat2ku yang lain,
kata2ku, perbuatanku, amalku,
adakah aku niatkan untukNya?

Ya, itulah aku,
aku merasakan video itu diciptakan untuk aku,
aku yang kadang2 jatuh dari berharap,
tersungkur dari landasan meraih redhaNya,
sedangkan sahabat2ku semakin mendekatiMu,
mengapa aku masih di sini?

Ya, inilah aku,
inilah detikku,
inilah aku,
aku yang sedar,
aku yang berubah,
aku yang mengejar kembali,
aku yang berlari,
yang pecut menghampiri,
semoga Kau redha,
semoga Kau terima,
doaku ini
Ya Ilahi




FastaBiQuL Khairat

Saturday, July 9, 2011

Mana saksi kata janjimu?

Assalamualaikum wbt,

Kita seringkali berjanji, namun sejauh mana kita berusaha menunaikan janji tersebut?

Kita berjanji dalam setiap perkara, setiap saat, tanpa kita sedari.
Kita janji, nak sapu sampah, bersihkan rumah, basuh kain baju,
Kita janji, nak habiskan mathurat, nak baca quran, solat sunat dhuha dan witir,
Kita janji nak baca banyak buku, nak tambah ilmu dunia dan akhirat,
Kita janji nak telefon mak ayah, nak tanya khabar kawan2, nak tahu keadaan famili,

Kita janji, dan berjanji dan berjanji dalam setiap perbuatan. Agak2 tertunaikah setiap janji itu?

Sahabat2, kalau kita berjanji dengan manusia, tapi tidak tertunai maka akan berdosalah kita pada manusia itu. Dosa itu tidak terampun melainkan kita memohon maaf pada yang berhak dan kita dimaafkan pula oleh si dia.

Bagaimana jika kita berjanji dengan Allah?

Kita berjanji mahu menjadi seorang muslim.

Tertunaikah janji itu?

Janji bukan perkara ringan sahabatku. Janji bukan sekadar mainan lidah.

One of the strength of being a good leader is by honoring the promises and commitments made- Prof Hamdi

Mahu jadi pemimpin yang baik juga perlukan sifat ini. Sifat menunaikan janji.

Baiklah, berbalik kepada menunaikan janji pada Ilahi, mampukah kita?
Di saat kita berjanji untuk meleburkan diri dalam perjuangan dijalanNya yang pastinya berliku2 ini, bersediakah kita?
Ya, awalnya pasti kita rasa,
"Aaaah, akan kutepis semua dugaan yang mendatang demi cintaku padaMu rabbi!"

Awalnya.

Akhirnya bagaimana? Tewas? Or barely standing?

Sememangnya, satu elemen penting yang perlu ada setelah berjanji adalah untuk terus teguh mempertahankan janji itu. Saya pasti semua telah berjanji, insya Allah, tidak pernah tertinggal dari berjanji dengan kalimah syahadah...

shahadah
Aku bersaksi tiada tuhan yang disembah melainkan Allah,
Dan aku bersaksi Nabi Muhammad itu pesuruh Allah.

Jadi kalian takkan mampu lari. Ini bukti janji kalian. Di mahkamah agung kelak, ini adalah bukti sahih yang akan dipersembahkan dihadapan ilahi. Bersediakah anda untuk disoal "Mana saksi kata janjimu itu?"

Saya menulis ini untuk peringatan pada diri sendiri. Saya menulis untuk memberitahu pada diri agar menangislah. Menangislah jika kau ingin menangis! Bukankah Allah kurniakan padamu titisan-titisan itu untuk kau gunakan di kala dinihari?

Wahai diri, ketahuilah, bilamana kamu telah berjanji, Allah akan menuntut janjimu itu.
Wahai diri, ketahuilah, bilamana kamu telah berjanji, dunia ini sangat kecil bagimu jika kamu benar2 memahami,
Wahai diri, ketahuilah, kamu telah berjanji, dan Allah juga telah berjanji denganmu,
Ketahuilah diri, janji Allah itu lebih agung dari janji manusia!!!
Ketahuilah diri, janji Allah itu adalah sesuatu yang PASTI berlaku, bukan barely, bukan maybe, tapi PASTI berlaku.

Allah menuntut janjimu dengan mengurniakan dugaan ke atasmu diri. Jadi sabarlah diri. Sabar dengan dugaan2 ini. Kamu kata kamu yakin, jadi mengapa perlu bersedih? Senyumlah diri, senyumlah. Hikmahnya ada insya Allah. Insya Allah.

Dunia itu kecil bagimu diri kerna ada akhirat yang luas menanti. Apalah ada pada harta jika hanya melalaikan. Apalah ada pada rupa yang akan hilang dimamah usia. Begitu juga dengan kata2 dan pandangan manusia di dunia, adakah semua itu lebih bernilai dari pandangan ilahi? Astaghfirullahal'azim.

Ayat Jual Beli

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat(waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS As-Shaaf : 10 – 13)

Ini janji Allah. No explanation required. Done said. Well verse. Alhamdulillah.

Sabarlah wahai diri. Janji ini akan menuntut bermacam2 perkara darimu. Lapangkan dada selapang2nya. Besarkan hati sebesar2nya. Tukar paradigma. Allah menyayangimu. Ujian itu hadiah si Dia padamu, tanda peringatan Dia tentangmu. Tidakkah itu sweet skali diri? (^^)

Allah, airmata ini pasti akan gugur. Pasti. Namun, bantulah aku untuk bangkit ya Allah. Aku yakin akan pertolonganMu, aku yakin kau akan membantuku. Keyakinan ini sahajalah yang kupegang selama ini, yang membawaku sejauh ini. Semoga Kau tetapkan hatiku, agar dapat berjumpa denganMu dengan keadaan yang Engkau redhai.

Ameen.

Fastabiqul KhairaT.

Monday, March 7, 2011

Revolusi response-ability...

Assalamualaikum wbt,

Alhamdulillah berkat izinNya sekarang saya telah bergelar pelajar farmasi tahun ketiga di Curtin University!! Alhamdulillah33x Saya sangat3 sedar tanpa izinNya memang tak mungkin saya sampai ke tahap ini. Saya bukanlah pelajar yang terbaik di antara terbaik, saya bukanlah seorang yang sangat berilmu, malah skil komunikasi dan penulisan pun masih di takuk lama. Namun, tak akanlah saya hanya berdiam diri? Tidak. Saya minta, minta dan minta. Akhirnya Dia beri pada saya. without hesitation. Teringat kata2 Dr.Asri dalam ceramahnya yang saya dengar kat youtube...

"Jikalau Allah hendak memberi kebahagiaan pada seseorang, ia tidak boleh ditahan oleh apa-apa tangan sekalipun. Jika Allah menghalang kebahagiaan seseorang, dia tidak boleh dihulur apa-apa tangan sekalipun,"

Baiklah, responsibility bermakna tanggungjawab. Banyak jenis tanggungjawab dalam dunia. Responsibility as a child, as parents, sister, brother, friends, student and of course as His servant azza wa jalla. Banyak kan?

Fuh~ sound serious gal...
Well, it is. Kinda~

Kenapa cakap soal tanggungjawab? Sebab alhamdulillah baru2 ini saya telah dipertanggungjawabkan 2 tugas besar. Paling besaQ sejak berada di Perth ni. Mentor dan Ahli Panel.

Baiklah, mungkin saya overreacted. (^^!)

Mentor

Alhamdulillah, dengan hanya mengisi sekeping borang, dengan tidak menghadiri introductory briefing, dengan berbekalkan ilmu yang tidak seberapa dan sokongan seorang supervisor dari lab microbiology, saya kini bergelar Pharmacy Student Mentor 2011. Saya sangat tidak menyangka diberi peluang ini. Maka saya harus melaksanakan tugas ini sebaik mungkin, insya Allah.

Beloved mentor badges (^^)

Baiklah, apa tugas seorang mentor ni? Mentor di Curtin agak berbeza dengan mentor di Msia. Kalau msia, mentor tu maksudnya orang mengajar, mendidik si mentee hingga menjadi bijak pandai kan? Tugas mentor curtin tidaklah seberat itu. Saya sendiri tahu tahap diri, mana layak nak educate orang lagi. hee~ Tugas mentor di curtin adalah untuk membantu junior2 1st year dalam transition state from high school or colleges. Jadi saya harus memastikan setiap soalan mereka tentang uni life perlu dijawab. Saya juga perlu menunjukkan jalan yang benar kepada mereka. Meaning:- direct them to the respective body to help solve the miseries...hehe (^^)

Setakat ini, not bad. Alhamdulillah. Mungkin sebab baru 1st week of uni. Jadi masih bleh balance tugas mentor dan student. Saya sangat2 berharap mentor menjadi satu batu loncatan untuk meningkatkan tahap confident dalam diri.

Sahabat2 yang ada soft skill dalam diri tolong jangan blockkan kemahiran anda tu. Once block, clogged, rusty...memang susah nak polish balik. Saya sangat3 menyesal sebab tak kekalkan skil saya yang satu ni masa di intec. Keyakinan diri terus hilang. Saya cuma berada dalam kumpulan saya, tidak cuba untuk pergi lebih jauh, tidak berani untuk ambil risiko. Kenapa saya jadi macam tu? sebab saya takut saya tak dapat fly. saya takut tak dapat balance study. SAYA TAKUT. Jadi saya larikan diri dari tanggungjawab itu. Dan saya rasa kesannya sekarang. Sahabat2, masih belum terlambat to reverse and move forward via the other way. Percaya pada Allah. Dia telah tetapkan yang terbaik untuk kita insya Allah.

Ahli panel

Ahli panel? Juri awam ke? Hehe...bukanlah. Tapi ahli panel forum.

Alhamdulillah, saya diamanahkan oleh MISWA untuk membawa watak ahli panel dalam program sambutan maulidurrasul 2011 di perth 25 mac yang lepas.

'Allahuakbar. Ini memang sangat serius! Ini serius! Ahli panel? Gugup. Berapa lama dah tak bercakap depan orang? Berapa lama dah tak praktis berforum? Ada 2 hari je untuk prepare teks? Allahuakbar, bantu aku ya Allah. Dan lagi orientation day sama hari dengan forum. Allah cukup ke tidak masa untuk aku bersedia ni?? '

Itu semua monolog dalaman yang saya alami bila saya dapat berita yang saya adalah ahli panel pada malam sambutan itu. Mulanya saya tolak. Saya rasa orang lain lebih layak untuk berbicara tentang baginda nabi tercinta. Mampukah saya untuk menarik audiens untuk turut sama merindui beliau? Saya khuatir misi itu tak terlaksana. Namun, takdir Allah siapa yang mampu halang? Saya tetap menjadi ahli panel. Tetap akan berada di atas pentas itu untuk menyampaikan.

Maka ketika itu response-ability ini saya tukarkan kepada kewajipan. Ini fardu kifayah aleen. Bahkan besar ganjarannya jika kena cara dan niatnya. Revolusi berlaku dalam diri. Saya harus terima tugas ini. Kalau bukan saya siapa lagi? Kalau bukan sekarang bila lagi? Dan setelah saya redha dan yakin, kekusutan itu hilang. Sungguh! Rasa nervous itu kurang.

Jika boleh saya bandingkan perasaan berforum ketika sekolah menengah dan sekarang, menjadi ahli panel di sekolah menengah memang banyak tekanan. Saya ingat lagi saat2 saya menyusun ayat di dalam kereta ketika balik dari kampung di Melaka. Waktu ketika itu mungkin 9 malam. Saya paksa diri memerah idea menyusun ayat2 untuk disampaikan dihadapan cikgu lusanya. Tekanan itu memang tak dapat saya lupakan.

Tapi kini, saya tahu saya cuma ada 2 hari untuk bersedia. Malah saya sempat lagi tolong sahabat saya (yg juga ahli panel) memasak untuk gathering junior baru UWA. Malam itu, kami buat full rehearsal tanpa ada teks yang lengkap, cuma point2 sahaja. Tapi, entah mengapa, tekanan itu tidak terasa. Allahuakbar, segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam. Saya cumalah seorang hamba yang menyerahkan jiwa dan raga kepadaNya dan ternyata yang baik itu dariNya dan buruk itu dari saya sendiri.

Alhamdulillah, pada hari berkenaan, debaran itu ada tapi tidak beraja di hati. Yang ada cuma semangat ingin menyampaikan kepada mereka yang ingin mendengar. Tak berhenti2 saya berdoa agar mereka yang hadir dapat memahami tutur bicara saya yang lemah ini. Sekali lagi keyakinan telah muncul dalam hati. Meskipun nyalaannya mungkin tidak sekuat dahulu tapi masih mampu menghangatkan hati yang ingin menyampaikan.

Ahli panel dan moderator. (^^)

"Sampaikanlah dariku walau satu ayat,"

dan untuk melakukan ini saya memerlukan keyakinan dan kekuatan, Alhamdulillah, tugas ahli panel yang saya sangat ingin tolak dahulu ternyata ada hikmahnya. Subhanallahi wabihamdih subhanallahil 'azim~

Saya kongsikan kisah Abdul Rahman bin Auf, sahabat nabi dengan saudara ansarnya Sa'ad bin rabi'. Saya kongsikan juga cabaran2 yang telah saya hadapi sepanjang 2 tahun pengajian di curtin. Tidak lupa pengalaman2 menarik berdialog dengan ahjusshi di Korea ketika jaulah yang lepas. Alhamdulillah respons audiens baik. Sangat baik. (^^) Allah, yang baik itu dariMu, hanya dariMu semata.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Surah. Al Baqarah:216)
Inilah dia kisah tanggungjawab dan kewajipan yang sebenarnya tidak banyak bezanya. Mereka punya satu persamaan yang hakiki dan ini bergantung pada si pembuat itu sendiri yakni NIAT. Adakah NIAT anda lillahi ta'ala, atau sebaliknya? Fikir-fikirkan dan selamat beramal! (^^)
FastaBiQuL Khairat

Saturday, February 19, 2011

Saat Pertemuan Bermula : SPB

Assalamualaikum wbt,

Apa khabar sahabat2 yang dikasihi sekalian? Alhamdulillah, dua kaki ini telah menjejak kembali bumi Perth setelah 2 bulan bercuti panjang. Dan saya sangatlah faham apa yang menanti saya di sini. SPB.

SPB??

Saya rasa bagi mereka yang bergelar student uni esp overseas student, SPB bukan istilah baru. Lebih2 lagi mereka yang aktif berpersatuan. SPB a.k.a. Sambutan Pelajar Baru.

Who are eligible for SPB?
> sesiapa sahaja yang menghubungi kami sebelum mereka tiba ke sini.
> of course yang bergelar pelajar sahaja. dan pelajar BARU sahaja. (^^)

Who are conducting SPB?
> tentulah persatuan yang ada kat sesuatu uni, kalau tempat saya, wujudnya satu kelab uni bernama MISWA (Malaysian Islamic Society of WA) yang sangatlah aktif bergerak.
> any other higher authorities such as msd and etc...

Sambutan Pelajar Baru boleh jadi satu term yang sangat berat.
Menyambut? Baru? Sambutan perlukan persiapan rapi dan ianya hanya akan berlaku jika kita mampu ikhlas melaksanakannya. Tapi bagaimana mahu ikhlas jika orang yang disambut itu tidak dikenali?

Jadi sukalah saya nak modify sikit SPB yang bukan sahaja boleh dipanggil Sambutan Pelajar Baru tapi juga Saat Pertemuan Bermula...(^^)

Saat ini akan menjadi saat2 pertama kepada pertemuan2 seterusnya. Pertemuan di alam uni, di alam kerjaya dan mungkin juga di alam akhirat? Insya Allah wallahu'alam. Maka jika saat yang pertama telah dimulakan dengan langkah sumbang -start off the wrong foot,bak kata omputih- bagaimana nanti langkah berikutnya? something for you and me to ponder.

Saat ini akan menjadi saat kita diuji keikhlasan dan kesabaran kita oleh ilahi, dan juga saat kita mampu yakin dan mantap dalam melakukan sesuatu lillahi ta'ala. Apa yang kita dapat dari semua ini? housewarming adik2? Adik2 belanja senior2 makan? Adik2 lebih respect ngan senior?
..::RUGI::..

alangkah ruginya kalau kita cuma dapat yang itu. Kenapa?

Diantara ciri-ciri orang yang beriman adalah mereka yakin dengan ganjaran Allah di akhirat kelak dan segala perbuatan mereka di dunia haruslah berkait rapat dengan akhirat jua.

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Ertinya: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik, iaitu syurga) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”. Surah al-Ahzab: 83.

Ini tawaran baik dari Allah, takkan masih mahu berlengah?

Saat ini akan menjadi saat permulaan kepada sebuah ukhuwwah. Saat di mana susah senang kita akan hadapi bersama. Saat untuk menilai hati budi, kepimpinan, toleransi, budi pekerti. Inilah saatnya. Applicable to both participant and program manager team...(^^)

Selepas ini saat akan berubah menjadi minit.
Minit berkembang menjadi jam-jam waktu yang mekar.
Jam meniti pula hari demi hari.
Seterusnya melangkau kepada minggu dan bulan.
Tidak mustahil kekalnya ia hingga bertahun, berdekad dan berkurun lamanya.
Pertemuan yang bermula tanpa akhir, adalah pertemuan yang melekat di hati.


Namun begitu, saat pertama masih penting. Sangat penting, kan? Jadi, hadis pertama dalam hadis 40 berbicara soal niat. Maka, set up ur niat right guys. Are you doing dis for dunya? or for Him? Simple and straight forward...(^^)

Sebenarnya, nukilan ini timbul kerana inilah kali pertama saya terlibat dalam usaha2 SPB. Walaupun kepenatan itu terasa, tetapi sumbangan ini apalah sangat jika hendak dibandingkan dengan sahabat2 saya yang lain. Sahabat2ku, awak memang hebat!

Nukilan ini juga timbul untuk mengingatkan diri sendiri untuk sentiasa refleksi dan muhasabah selalu...buat kerana Allah, buat kerana Allah, buat kerana Allah...is what I always mumble to myself everyday...semoga kekuatan itu ada buat saya dan sahabat2 yang lain.

Jadi ingatkan diri sendiri saja macam tak best, so nak ajak jugaklah semua orang untuk sama2 ingat untuk buat semua perkara kerana Allah. Barulah hidup ini akan insya Allah aman tanpa dosa. Tak percaya? Cuba try skali, berani ke nak buat dosa kerana Allah? (^^!)-geleng2- kalau nak juga buat dosa carilah tempat di mana Allah tidak melihatmu, makanlah sesuatu yang bukan dariNya, dan hiduplah kamu bukan diatas bumiNya.

Saat pertemuan bermula, bismillah jadi pembuka bicara, biar diberkati segenap pertemuan.
Saat perpisahan bertandang, bukan selamat tinggal jadi kalam akhirnya, tetapi berjumpa lagi menjadi harapan,
andai bukan di dunia ini, pastinya di syurga nan abadi
insya Allah.

Ma'assalaamah.

FastaBiQuL Khairat

Friday, January 7, 2011

Saya sedih sebab awak biasa

Assalamualaikum wbt,

Selamat tahun baru buat semua!! Saya percaya tahun baru semua dengan azam baru. Bagus3. Itu yang kita mahu. Tapi jangan selfish ok. Janganlah azam baru tu kaitkan dengan diri sendiri je. Keluarga camne? Agama, bangsa negara lagi? Azamkan sesuatu yang bermakna untuk semua ok. (^^)

Tetapi saya tengah sedih sekarang.

"Wake up gurl! Everyone penah rasa sedihla. Apsal u nak bagitahu semua orang pulak ni?"

Hmm...sedih. Sedih mengenangkan insan yang bergelar hawa.

"Erk?? aku ke??" soal satu suara. Aku tersenyum.

Kalau kamu pun apa salahnya kan? Aku sedih untuk kamu. Bukankah itu bagus?

"Alamak. What have I done to u?"

Awak tak buat apape pun awak. Awak buat perkara2 yang awak biasa buat je.

Awak berhias. Cantik sangat. Alhamdulillah awak memang dah dilahirkan sempurna. Muka awak nampak sangat innocent depan cermin tu. Tiba2 awak grab mascara. Tak cukup dengan tu awak sapu foundation, blusher etc etc. Masih tak puas awak amik gincu warna merah terang yang sangat contra dengan kulit awak yang putih asli. Then awak tersenyum puas.

Awak masih lagi depan cermin. Alhamdulillah awak pakai tudung. Tapi tiba2 awak naikkan tudung tu sikit. Lama2 dah takde kain cover depan awak. Semua dah digunakan untuk lilit kepala awak. Kain selendang yang lembut lagi transparent tu memang senang nak dibentuk macam tu kan?

Pastu awak betulkan baju awak. Alhamdulillah baju awak takde koyak rabak kat mana2. Tapi saya rasa sesak nafas tengok baju tu. Awak tak rasa macam tu ke? Ketat semacam je saya tengok. Saya boleh nampak lengan awak. Mana taknya, baju tu kan tiga suku. Seluar pun sama jugak macam baju.

Awak dah nak keluar rumah tapi awak stop kejap. Perfume yang berbagai itu awak semburkan pada diri awak. Harumannya memang semerbak sampai orang yang kat luar rumah pun boleh bau rasanya. Nak buat macam mana, awak dah biasa.

Tiba2 ada bunyi hon kat luar rumah. Oh abang dah tunggu! Tapi seingat saya abang awak semua dah kahwin? Ni abang mana?? . . . . oh, abang yang 'itu'. Awak sanggup naik motor buruk dia tu. Helmet pun macam nak tak nak je melindungi kepala awak. Awak peluk "abang" awak erat2. Macam dialah pelindung awak.

Ni perkara yang biasa awak buat kan? Ni baru bab nak keluar dengan lelaki bukan mahram abang awak tu. Belum lagi bab awak solat, puasa, menjaga aurat yang lain2.

Awak. Saya sayang awak sebab saya pun sama macam awak. Kita kaum hawa. Saya tak kata saya tak pernah buat salah. Tapi saya nak ajak awak sama2 ikut saya untuk berhenti dari buat salah2 ni semua. Saya sedih bukan sebab awak. Saya sedih dengan diri saya sendiri. Saya sedih sebab saya tak kuat nak ajak, panggil awak ikut apa yang Allah cakap. Saya sedih sebab awak biasa. Awak nampak biasa saja dalam era ni.

Awak. Sebenarnya ini semua bukan benda2 biasa. Ini adalah benda2 luar biasa. Luar dari kebiasaan kita sebagai muslimah. Meskipun awak berpaling dari saya, saya doakan satu hari nanti awak akan temui kebiasaan yang diselaputi kebenaran. Saya percaya awak mesti pernah dengar hadis ni..

ghuraba

“Islam bermula sebagai sesuatu yang dianggap asing dan ganjil. Dan ia akan kembali sebagaimana permulaannya, dianggap asing dan ganjil. Maka, beruntunglah orang-orang yang ganjil” [Hadith Muslim no. 145]

Awak tak nak ke jadi orang itu? Ini satu tawaran hebat dari Pencipta kita. Ayuhlah awak. Marilah. Namun satu perkara saya nak tekankan. Saya tak benci awak. Saya cuma benci dosa yang awak buat. Dan sesungguhnya hidayah bukan milik saya. Tapi milik Allah. Saya akan sentiasa doakan supaya satu hari nanti, hidayah itu akan jadi milik awak.

AMEEN.



Yang sedih,
FastaBiQuL Khairat

Tuesday, December 28, 2010

Malaysia?? Antara Takut dan Gembira

Assalamualaikum wbt,

Apa khabar sahabat2? Semoga ceria dan gembira sentiasa insya Allah. Jangan pernah berhenti menikmati hidup ini, use it till the last breath ok. (^^)

Baiklah entry kali ini muncul setelah hampir sebulan saya pulang ke malaysia. aduh, seperti yang selalu sangat saya ungkapkan dalam penulisan2 yg lepas, saya sgt susah nak konsisten dlm bidang ni, jadi kalu ada siapa2 yg sudi nak katok saya, saya sangat2 galakkan...(^^!)

Malaysia. Negaraku tanah tumpahnya darahku. Lirik yang saban kali diucapkan di lidah2 kita sebagai rakyat. Namun, Alhamdulillah berkat rezeki Ilahi, saya kini bukan sahaja rakyat Malaysia tetapi juga student di Australia. Alhamdulillah. ini adalah satu nikmat yang saya tak pernah berhenti bersyukur atas pemberiannya. Terima kasih ya Allah.

Cuti musim panas adalah cuti yang sangat2 dinantikan oleh semua pelajar luar negara. Masakan tidak, waktu2 sebeginilah, kami akan berbondong2 memenuhi seat2 kapal terbang MAS dan AirAsia dan sanggup terbang merentasi jutaan batu nautika demi untuk menghirup kembali udara Malaysia.

Namun, baru2 ini, perspektif saya berbelah bagi kepada 2. ini hanyalah sekadar perkongsian pada sahabat2, mana yg baik harap jadi teladan, yg buruk jgn pula diikuti.

"Saya takut nak balik malaysia. Tapi saya nak jugak balik malaysia"?

"Gila ke budak ni??" mungkin itu reaksi sesetengah org. tapi frankly speaking, memang perasaan tu wujud dlm diri saya.

Kenapa takut? mungkin soalan yg akan dilontarkan.

Korang tak takut ke? isu buang anak yg sangat berleluasa sekarang? Ish, macam makin menjadi je, siapa tak takut hidup dalam persekitaran yang kita boleh jumpa mayat bayi dalam tong sampah!! korang tak takut ke?

Korang tak takut ke? Isu kemalangan jalan raya yang menjadi2. Mula2 5 nyawa, pastu 10, sekarang dah nak sampai 30 nyawa terkorban. Apa sudah jadi dengan harga nyawa seorang manusia? Korang tak takut ke?

Korang tak takut ke? Makanan2 di msia masih mengekalkan karakternya yang tinggi kalori. Masyarakat Msia sendiri masih dengan mentaliti yang lama. Masih kedarah 3-4 pinggan nasi sehari. Sekarang lebih 30% rakyat malaysia obesiti. Korang tak takut ke?

Korang tak takut ke? Ketika azan berkumandang, orang masih sibuk berjual beli. Masjid jadi macam perhiasan, makin cantik tapi makin kurang penghuni. Anak murid tidak lagi hormatkan guru, parents terpaksa dengar cakap anak bukan sebaliknya, itu tak kira lagi dengan kes pembunuh upahan, bapa bunuh anak, anak bunuh mak....

Sekarang apa perasaan korang? korang takut tak? Swallow it guys, yes! That is MY country. YOUR country, OUR country, MALAYSIA.

Tapi saya nak jugak balik malaysia.

"Sudah, budak ni memang sewel, sila masukkan dalam wad psikiatris. Tadi cakap takut, apsal balik jugak?"

Saya nak balik sebab, di sinilah saya dilahirkan. Saya dilahirkan dalam keluarga Islam di Malaysia. Islam tak pernah ajar umatnya lari dari masalah tapi Islam ajar kita untuk berhadapan dengan masalah, jadi I wanna do just that!

Saya nak balik sebab banyak sangat ilmu2 yang ada kat Malaysia yang saya nak kutip. Saya dapat beli buku2 yang berkualiti dengan senang, jumpa kawan2 yang sama macam saya, dapat berdiskusi dan berkongsi masalah dengan mereka. Jadi saya nak balik!

Saya nak balik sebab saya nak tunjukkan pada orang lain, mungkin saya mula dengan famili saya dahulu, saya nak tunjuk yang hidup kita bukan hanya untuk bersuka ria. Betul kita kena hargai setiap nafas yang ada tapi janganlah sampai kita lupa yang setiap nafas itu ada takdir Allah di dalamnya. Kalau sampai satu hari takdir Allah tetapkan kita harus bertemu denganNya, saya harap kami sudah bersedia ketika itu.

Dan akhir sekali, saya nak balik sebab saya rakyat Malaysia. Segala nikmat yang saya kecapi kini mungkin berbeza andai takdir Allah tetapkan saya lahir di dalam keluarga lain dan negara lain. Jadi saya mahu pulang ke Malaysia dan berbakti pada negara saya nan satu ini. Hujan emas di negara orang, hujan batu di negara sendiri. Lebih baik negara sendiri.

Entry ini tidak lain hanya mahu semua di sini berfikir. Memang banyak masalah sekarang di negara kita ini. Tetapi sampai bila ia akan terus bermasalah? Kitalah yang harus betulkan keadaan. Ubah diri, ubah orang sekeliling. Tak tahu macam mana? Nampak Al-Quran kat atas rak tu? Selaklah ia, bacalah ia, fahamilah ia...ia bukan hanya sebuah naskah..Its AL QURAN. Ayat cinta Allah pada kita. (^^)

FastaBiQuL Khairat (^^)

Sunday, July 18, 2010

between TIME and LOVED ONES

Allahuakbar~~~

Setelah sekian lama meninggalkan ruang blogger, hari ini daku terdetik untk menulis biarpun sedikit cuma...
rakan2 sekalian...saya akan cuba menulis biarpn sedikit selagi hayat bernyawa...

Hari ini, seorang sahabat dari SMKA Al-Irshad telah pergi menghadap Ilahi...
kesedihan terasa....meskipun saya bukanlah seorang yang sangat akrab dengan arwah tetapi pemergian arwah sangat terkesan dalam diri...
semoga rohnya dicucuri rahmat di sana insya Allah...al fatihah~

Now...
I have a riddle...
hope u can try to solve it...(^^)
between TIME and LOVED ONES which one u rather let go?
which one that you think you can cope with the consequences when it's gone?

Imam Ghazali once have give riddles to his students:-
"apakah yang paling jauh dan yang paling dekat dengan kita?"

none of them answered correctly, but I am 100% sure dat all of u here can solve this right?
This is a very well known riddle...with very highly unprecedented message shines through it

Yang paling jauh adalah MASA LALU dan yang paling dekat adalah MATI..

so back to my riddle...
between a very good friend and your very precious time which one you rather let go?

"I cannot live without my loved ones, without them who will share my secrets? who will be with me against all odds?"


“Janganlah kamu berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita”
(At-Taubah: 40)

“Dan berserahlah engkau kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati”
( Al-Furqan: 58)

"I cannot waste my time. I am going to be a very important person for the ummah. Time is very valuable to me"


“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, melainkan yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran"
(Al-'Asr:1-3)

Daripada Anas bin Malik r.a. katanya, Rasulullah S.A.W. bersabda:

"Tiada sempurna iman seseorang kamu sebelum disukai untuk saudaranya, apa yang disukainya untuk diri sendiri"

(Riwayat Sahih Muslim)

Ok, I give you my arguments, I show you that we need BOTH of them, but which one? Just which one that you think you can survive without?

As for me, I have my loved ones and I really love them with all my heart...
but.....
I must train my heart to accept that one day they will no longer be by my side...(this will take time too I guess...huhu)
I must accept that they are not mine...
all my loved ones are HIS...your loved ones too...

I know time is crucial, we are very busy planning for the future...
but...
can anybody give me 100% guarantee that all this planning will happen? will it?
Have you heard " Be! and shall it be" (yassin: 82)?
If He said it happen then it will, but if He said no, then it won't...

There's a reason why He gives us AKAL...and one of them is to make the right choice...
The answer is in ur heart...sometimes you don't need to answer the questions but respond to them...

From today, please appreciate all the TIME given to you by doing beneficial things with beneficial outcome regardless the outcome is seen here or hereafter...insya Allah...

From now onwards, please express love and gratitude to ur LOVED ONES (di sisi syara' only ok), before it's too late....

time will flies....and as it leaves you...one day, ur precious person will too...

FastaBiQuL Khairat (^^)v

Tuesday, May 5, 2009

Ujian datang dan pergi~~

Salam

Hari ini...bersempena aku dapat 0 buat kali kedua,

nampaknya artikel yang kak zaireen bagi ni sangat sesuai buat aku...

tapi hopefully, rakan2 yang membaca blog aku ni pon...

dapat benefit sekali....

nak jugak sharing2 ni kan?

so please spare your time...(^^)


Suatu hari, seorang arab Badwi datang bertemu dengan Rasulullah s.a.w katanya,

"Wahai Rasulullah, adakah Tuhan itu dekat sehingga kami dapat bermunajat kepadaNya? Atau Tuhan itu jauh sehingga kami perlu menyeru kepadaNya?"

Rasul terdiam hingga turunlah jawapan terus dari Allah swt berkenaan pertanyaan Badwi tadi…

Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Surah al-Baqarah ayat 186)

Berpergang teguhlah dengan janji Allah ini, kerana tiada yang paling setia dengan janjinya melainkan Allah semata-mata. Allah memberikan baik dan buruk sesuatu perkara hanya atas tiga perkara:

1) Kerana Dia mahu mengingatkan kita kepadaNya.

2) Kerana Dia mahu mengampunkan dosa kita.

3) Kerana Dia mahu mengangkat martabat kita di sisiNya.


Tetapi, asal ketiga-tiga yang di atas itu adalah kerana Dia Maha Menyayangi kita sehinggakan bila kita terlupa atau sengaja lupakan Dia, tidak diazabnya kita terus serta merta. Bahkan Dia berikan sedikit cubaan, supaya kita ingat kembali padaNya. Supaya kita rasakan kembali kasihNya yang melimpah-limpah, supaya kita lembut hati untuk berkasih padaNya, dan supaya kita kembali ke pangkuanNya.

Hanya Dia sahaja tempat pergantungan kita. Selama mana kita bergelar hamba kepadaNya, selagi itulah kita bergantung seratus peratus kepadaNya. Dia menjanjikan kebahagiaan dengan segala ketenangan, ketenteraman, kekuatan, kebenaran, kemuliaan dan kesucian diri apabila manusia mendekatiNya. Dia Maha Menyayangi hamba-hambaNya, walau pun jelas keingkaran hambaNya. Dia tidak pernah memungkiri janji-janjiNya. Dia menawarkan kasihNya di mana sahaja kita perlukan. Dia menawarkan kasihNya bila saja kita dambakan. Dan Dia menawarkan kasihNya atas apa sebab sekali pun kita pohonkan.

Oleh itu, Kenapa perlu berputus harap padaNya. Sedangkan Dia tidak pernah memandang kita dengan pandangan kebencian?

Kenapa perlu merintih pada ketentuanNya sekira Dia menawarkan kebahagiaan yang sangat besar di hujung perjalanan?

Kenapa perlu ragu-ragu padaNya yang tidak pernah memungkiri janjiNya kepada kita? Tanda kasihNya sentiasa ada di dalam hati kita.

Rujuklah kembali kepada ayat-ayat kasihNya yang diturunkan kepada kita, nescaya di sana ada janji setiaNya untuk kita…


Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah az-Zumar ayat 53)

Ujian yang datang dariNya, terimalah dengan hati yang tenang. Berpautlah pada tali cintaNya dengan sekuat-kuat pautan, nescaya kita tidak akan terhempas dipukul badai dunia. Pandanglah sesuatu ujian itu dengan pandangan Allah. Letaklah Allah di hadapan kita dalam melalui sesuatu musibah, nescaya Allah meletakkan kita di hadapanNya, nescaya Allah memandang kita selamanya dengan pandangan kasihNya, nescaya Allah sejukkan hati dan jiwa kita dengan hidayahNya, dan diterangi jalan hidup kita dunia dan akhirat dengan Nur kekuatanNya.


Tidak ada gunanya kita mengadu dan bersedih hati, bila kita diuji Allah. Kerana orang-orang yang beriman hanya bersedih bila Allah tidak memandangnya lagi, selagi ada pandangan Allah pada kita, maka syukurilah dengan ujian itu. Tanda Dia amat mengambil berat akan hal kehidupan kita. Tidak bermakna hilang kasih manusia itu, hilang selamanya. Mungkin ada kasih yang lebih hebat menanti di hari muka, yang kita tidak pernah bayangkan di mata dan tidak pula pernah kita kecapinya di hati.

Sebaliknya, dekatilah Allah sedekat-dekatnya. Kasihilah Allah sedalam-dalamnya. BERBUALLAH DENGAN ALLAH selalu. Bermunajatlah kepadaNya selalu. Mengadulah masalah kita padaNya selalu. Mintalah kasihNya selalu. Nescaya Dia akan sentiasa dekat pada kita. Dia akan sentiasa kasih pada kita. Dia akan selalu berbual dengan kita. Dia akan selalu mendengar munajat kita. Dia akan selalu berkongsi masalah kita. Dan yang paling penting, Dia akan sentiasa meletakkan kita sebagai hambaNya yang mulia di sisiNya.


Apalah harga dunia jika ditimbangkan dengan setitik kasih sayang Allah. Hilang nikmat dunia bila datang setitis rahmat Allah. Lebur seluruh dunia, tenggelam dalam cinta Allah. Bila manusia sudah benar-benar teguh bersama Allah, perjalanannya sentiasa tenang dan damai, hatinya sentiasa terpaut pada Allah. Kasihilah Allah sepenuh hatimu, tumpahkanlah cintamu kepadaNya seikhlas mungkin, dekatilah Allah sedekat mungkin dan cintailah Allah sehalus mungkin. Nescaya hadir nanti insan yang mendekatimu kerana kelimpahan kasihmu pada Allah, kerana keikhlasan cintamu pada Allah, kerana dekatnya dirimu dengan Allah.. ketika itu dirimu akan menjadi perantara tumpahnya kasih Allah padanya...


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Surah Maryam ayat 19)

Artikel ini adalah koleksi2 heart soother yang kak zaireen bagi once a week..
memang best sangat kak zaireen...every week mesti tertunggu2 apelah kak zaireen nak issuekan minggu ni...
hehe

Semoga artikel ni membuka mata and minda rakan2 sekalian...
bahawa, keindahan dunia sementara...
kesedihan dunia pun begitu jua...
so watpe nak ditangisi dan watpe nak dirai?
carilah keindahan hakiki,
pasti kesedihan tu takkan wujud lagi...
insya Allah...

"sampaikanlah dariku walau satu ayat"
insya Allah sedang mencuba!! (^^)
*fasTabiQuL khaiRat*